Manchester United harus mempertimbangkan semua langkah mereka dengan hati-hati. Tim ini harus mengambil setiap langkah mereka dengan perhitungan, terutama kalau sudah menyangkut pemain yang akan pergi. Setiap langkah akan berdampak besar terutama dengan pemain seperti JJ Gabriel. Setelah resmi meminta untuk segera dikeluarkan dari pendaftaran pemain Old Trafford, Setan Merah sadar ada potensi kerugian yang menanti mereka jika keputusan ini berlaku. Mereka bisa saja hanya bisa mendapatkan 350 ribu poundsterling kalau pemain ini resmi dilepas.
Man United Berpotensi Merugi dari JJ Gabriel
Manchester United harus menimbang setiap langkah mereka dengan matang. Perhatian besar harus mereka kerahkan ketika bicara tentang urusan pemain. Pemain berkualitas akan membantu Old Trafford untuk mencapai target mereka. Tapi aturan ini tidak hanya berlaku untuk mereka yang sudah masuk ke kelas elite. Aturan yang sama juga berlaku untuk pemain dengan usia muda dan mereka yang belum mendapat kesempatan untuk membuktikan kemampuannya, seperti JJ Gabriel.
Tentang pemain ini, Old Trafford harus bersikap dengan bijak. Mereka bisa saja tak bisa kehilangan kesempatannya untuk menjadikannya pemain permanen. Mereka bisa saja terpaksa harus melepaskan pemain ini dengan hanya mendapat pemasukan 350 ribu poundsterling. Skenario ini bis saja terwujud kalalu dia memilih untuk bergabung dengan klub lain di wilayah Eropa.
Kalau dibandingkan dengan pemain lain, sosok pemain ini mungkin masih terdengar asing untuk beberapa orang. Tapi sebagai pemain yang mereka siapkan untuk menjadi bagian dari masa depan tim, Old Trafford sebenarnya berharap untuk bisa tetap mempertahankannya agar bisa bersama mereka. Tapi dari sudut pandang yang berbeda, harapan ini tidak diwujudkan dengan kepercayaan untuk bermain. Sudah berusia 16 tahun, harapan Manchester United ini justru mengajukan permintaan khusus. Dia meminta kepada klub untuk segera membatalkan pendaftarannya sebagai pemain mereka. Permintaan ini sudah dia sampaikan secara resmi kepada klub di bulan lalu.
Ketika menerima permintaan ini, Manchester United sontak terkejut. Mereka punya harapan besar dan rencana yang sudah disiapkan di balik layar. Mereka sampai sudah menyiapkan kesempatan beasiswa kepada pemain ini. Tapi sekarang situasinya benar-benar telah berubah. Permintaan untuk tidak didaftarkan sebagai pemain hanya berarti satu hal. Dia sudah menganggap Old Trafford bukan pilihan terbaik untuk mengembangkan karir. Persepsi ini akan membuatnya cukup mudah diprediksi. Publik tidak akan terlalu terkejut kalau akhirnya muncul kabar tentang penawaran beasiswa tadi yang ditolak.
Memang belum ada kabar pasti dari agensi pemain tadi. Tapi kalau memang dia akhirnya menolak untuk menjalani beasiswa dengan Manchester United, prediksi awal publik akan terbukti benar. Pemain ini akan mencoba mencari tempat lain yang lebih sesuai. Untuk sementara, dengan pengalamannya sebagai pemain akademi di Old Trafford, mungkin dia tidak akan memilih untuk bermain ke negeri lain. Bertahan di Inggris akan menjadi pilihan terbaik. Kompetisi Inggris yang dipandang lebih sengit daripada negara lain juga akan membantunya untuk bisa berkembang dari segi kemampuan.
Tapi pindah ke tempat lain tidak hanya tentang menyatakan keinginan dan memberi tanda tangan. Tetap ada proses yang harus dijalani. Statusnya sebagai pemain yang belum resmi didaftarkan mungkin akan bisa membantu mempersingkat proses ini. Tapi tetap saja, setiap klub yang berminat akan diminta untuk bisa membayar sejumlah uang sebagai biaya transfer. Mereka juga bisa diminta untuk membayar sejumlah uang sebagai bentuk kompensasi kepada Manchester United agar mau mengikuti pemain tadi dan melepaskannya ke tempat lain.
Potensi Langkah JJ Gabriel
Berurusan dengan seorang pemain di usia yang masih sangat muda memang akan melibatkan prosedur yang berbeda dengan pemain senior. Tak seperti pemain senior yang sudah memiliki paspor atas nama sendiri, talenta muda ini masih belum memiliki hak semacam ini. Meski demikian, aturan di Eropa memungkinkan dia untuk bepergian ke luar negeri menggunakan paspor atas nama orangtuanya. Aturan ini bisa dia gunakan untuk beregabung ke klub Eropa. Disana, ada Real Madrid, Bayern Munich, sampai Barcelona yang siap menampung kekuatannya. Mereka bisa saja menggunakan kesempatan drama dengan Manchester United tadi untuk menggaetnya masuk dengan transfer yang jauh lebih kecil. Langkah ini memang bagi beberapa pengamat dianggap berisiko. Usia seorang pemain yang masih muda tidak bisa digunakan sebagai jaminan kalau dia akan bisa bermain dengan konsistensi yang sama. Belum lagi ada pertanyaan lain tentang waktu dan kualitas adaptasi yang harus dipertimbangkan dengan serius.
Aturan lain yang harus dipertimbangkan adalah biaya kompensasi. Aturan dari FIFA menyebut kalau nilai kompensasi yang harus dibayar untuk seorang pemain lulusan akademi Katgori 1 adalah 350.000. Nilai ini berpotensi menjadi pendapatan bersih Manchester United. Nilai ini yang akan mereka terima seandainya saja Old Trafford akhirnya menyerah dan memilih untuk memberi restu.
Masa Depan yang Menanti
Manchester United memiliki sejarah yang cukup panjang dengan pemain muda. Tim ini terutama sudah lama dikenal di seluruh dunia berkat kefasihan mereka mengembangkan talenta para pemain muda. Reputasi mereka terutama semakin melejit ketika tim ini masih bersatu dengan Sir Alex Ferguson. Ada banyak pemain muda yang memilih tim ini untuk berkembang dan mendapatkan jawaban yang mereka minta. Paul Scholes, Phil Neville, Gary Neville, Ryan Giggs, Nicky Butt, sampai David Beckham adalah contoh-contoh nama besar sepakbola yang berkembang dari usia muda berkat kurikulum khusus yang mereka dapatkan di Manchester United.
Tapi situasi di Old Trafford sekarang sudah sama sekali berbeda. Manchester United harus terpuruk ke dalam jurang masalah sejak ditinggalkan pelatih legendaris mereka. Tim ini sudah berusaha berulang kali untuk memasukkan beberapa pemain ke dalam skuad inti mereka. Kobbie Mainoo sampai Marcus Rashford menjadi pemain yang mereka percayakan dengan harapan ini. Tapi sayang, semua harapan ini masih belum terbayar sampai sekarang. Rashford masih belum bisa memuaskan penggemar dengan permainannya. Situasi mereka justru semakin bertambah pelik sekarang. Seperti masalah yang menghujam pemain mereka, Michael Carrick juga sekarang berada dalam tekanan intens akibat penggemar yang merasa kecewa karena harapan mereka belum terjawab. Banyak penggemar merasa kecewa dengan Carrick. Pelatih ini dianggap belum bisa sama sekali mengeluarkan kemampuan terbaik dari Kobbie Mainoo dan banyak pemain Manchester United yang lain.
Kalau benar nanti pada akhirnya JJ Gabriel memilih untuk meninggalkan mereka, kondisi ini bisa dimaknai tersendiri. Keputusan ini bisa dimaknai kalau pemain muda tak lagi memandang Manchester United sebagai tempat terbaik untuk mengembangkan karir. Selain itu, kepergian seorang pemain muda seperti JJ Gabriel akan semakin menegaskan masalah di Manchester United. Mereka akan terbukti belum bisa menyelesaikan masalah tentang usia pemain kunci dalam skuad yang ada sekarang.
Pemain andalan mereka seperti Harry Maguire dan Luke Shaw sudah mulai mengalami penurunan kinerja. Tapi mereka tetap menjadi andalan tim ini meski saat ini sudah berusia 30 tahun. Sedangkan Bruno Fernandes telah menjadi pemain terbaik mereka sejak resmi bergabung pada Januari 2020. Permainannya memang saat ini masih cukup menjanjikan. Tapi kenyataannya, Manchester United tak bisa terus mengandalkannya, ditambah lagi dengan usianya yang sekarang sudah menyentuh 32 tahun. Pesannya sangat jelas: Manchester United harus bergerak proaktif dengan menemukan pemain yang tepat untuk mengatasi masalah pemain mereka yang sudah semakin senior. Tapi mereka juga harus memberi kesempatan yang cukup dan tepat kepada pemain muda untuk menemukan ruang untuk mengembangkan kemampuan masing-masing.
